Kamis, 08 Oktober 2015

SUSU KEDELAI

 Susu kedelai adalah minuman yang dibuat dari kacang kedelai. Susu kedelai di konsumsi sebagai hidangan sarapan pagi bersama dengan makanan lainnya. Susu kedelai memiliki komposisi yang mirip dengan susu pabrik.

Susu kacang dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan
Kedelai mengandung senyawa yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Senyawa ini bertanggung jawab untuk memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi, sinar matahari dan proses tubuh yang normal.

Protein yang ada dalam kedelai  membantu dalam mengurangi kolesterol serta penurunan kemungkinan pembekuan darah. Hal ini pada gilirannya, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Susu kedelai juga membantu dalam menunda aksi estrogen alami tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengurangi atau mencegah rasa sakit selama periode menstruasi (perdarahan berat) dan gejala lainnya pada wanita.

Protein kedelai membantu dalam penyerapan yang lebih baik kalsium dalam tulang. Protein yang hadir dalam makanan kedelai berfungsi untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang yang pada gilirannya mencegah osteoporosis.

Protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal.

Kandungan serat yang tinggi pada kedelai sebagai motor untuk mengatur berat badan. Makanan yang mengatur gula darah. Sehingga dapat membantu mengontrol rasa lapar. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam proses penurunan berat badan.

Rabu, 07 Oktober 2015

TAHU KEDELAI



Tahu adalah salah satu makanan favorit bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Sangat mudah untuk mendapatkan makanan yang satu ini,karna di Indonesia hampir disetiap daerah terdapat tempat pembuatan tahu.

Tahu berbahan dasar biji kedelai yang di olah melalui beberapa tahapan. Kacang kedelai yang sudah di bersihkan dan di cuci dengan air bersih,kemudian di rendam selama 6 jam dalam air yang cukup banyak.

Setelah perendaman, kacang kedelai dicuci kembali dan dipecah dengan memakai mesin. Kemudian, kacang kedelai digiling sampai terlihat halus, menggunakan mesin pemecah kedelai agar air sari kedelai keluar dan di tampung dalam tong penampungan.

Setelah mendapatkan air sari kedelai, rebuslah sampai mendidih dalam alat pemasak agar kualitas tahu yang dihasilkan menjadi sempurna.

Setelah mendidih, saring sari kedelai dengan kain halus agar semua airnya keluar dan pastikan hanya ampas kedelai yang tertinggal dalam kain saringan.
 
Campurkan asam cuka sesuai kebutuhan ke dalam air hasil saringan kedelai yang telah di tampung dalam tong, agar air saringan kedelai tersebut terlihat menggumpal.

Jika gumpalan tahu sudah mulai mengendap, segera tuangkan ke dalam alat pencetak tahu, kemudian alasi dengan kain belacu. Adonan tahu yang telah berbentuk kotak yang sudah mulai padat bisa dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.

Proses pembuatan tahu selesai dan dapat di konsumsi dengan aman dengan berbagai cara penyajian.

TEMPE KEDELAI

Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari olahan biji kedelai yang di  fermentasikan dengan campuran bahan Ragi Tempe.

Hasil fermentasi biji kedelai membuat tempe menjadi makanan yang aman dan mudah dicerna oleh manusia. Tempe mengandung cukup banyak serat,kalsium,vitamin B dan zat Besi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia,bahkan dengan mengkonsumsi tempe juga dapat menyembuhkan infeksi pada organ pencernaan.

Hasil fermentasi biji kedelai dengan Ragi Tempe membuat biji-biji kedelai menyatu antara satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk tekstur yang memadat dan menghasilkan aroma yang khas.

Cara pengolahan kedelai hingga menjadi tempe melewati beberapa tahapan. Tahap awal, biji kedelai direbus agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin dan membuat biji kedelai menjadi lunak agar dapat menyerap asam pada saat perendaman.

Kulit biji kedelai dikupas agar Ragi Tempe dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.

Setelah kulit kedelai terkupas,perendaman di lakukan agar terjadi proses fermentasi pengasaman secara alami pada biji kedelai. Fermentasi terjadi dengan munculnya bau asam dan buih pada air rendaman,dan pengasaman ini juga bermanfaat untuk meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

Selesai dari proses perendaman biji kedelai di keringkan dan di taburi Ragi Tempe dengan merata. kemudian biji kedelai di bungkus dengan daun pisang atau dengan plastik yang sudah di beri lubang udara agar oksigen dapat masuk untuk kesempurnaan fermentasi,dan di tempatkan dalam wadah yang tertutup dengan di beri lubang udara.

Pada proses ini biji-biji kedelai akan menyatu dan membentuk padat sehingga terbentuk menjadi tempe. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu antara 20 °C–37 °C selama 24 jam.

Setelah terbentuk menjadi tempe maka sudah layak dan siap untuk di konsumsi dengan berbagai cara pengolahan sesuai selera dan kebutuhan.