Rabu, 07 Oktober 2015

TEMPE KEDELAI

Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang dibuat dari olahan biji kedelai yang di  fermentasikan dengan campuran bahan Ragi Tempe.

Hasil fermentasi biji kedelai membuat tempe menjadi makanan yang aman dan mudah dicerna oleh manusia. Tempe mengandung cukup banyak serat,kalsium,vitamin B dan zat Besi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia,bahkan dengan mengkonsumsi tempe juga dapat menyembuhkan infeksi pada organ pencernaan.

Hasil fermentasi biji kedelai dengan Ragi Tempe membuat biji-biji kedelai menyatu antara satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk tekstur yang memadat dan menghasilkan aroma yang khas.

Cara pengolahan kedelai hingga menjadi tempe melewati beberapa tahapan. Tahap awal, biji kedelai direbus agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin dan membuat biji kedelai menjadi lunak agar dapat menyerap asam pada saat perendaman.

Kulit biji kedelai dikupas agar Ragi Tempe dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.

Setelah kulit kedelai terkupas,perendaman di lakukan agar terjadi proses fermentasi pengasaman secara alami pada biji kedelai. Fermentasi terjadi dengan munculnya bau asam dan buih pada air rendaman,dan pengasaman ini juga bermanfaat untuk meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

Selesai dari proses perendaman biji kedelai di keringkan dan di taburi Ragi Tempe dengan merata. kemudian biji kedelai di bungkus dengan daun pisang atau dengan plastik yang sudah di beri lubang udara agar oksigen dapat masuk untuk kesempurnaan fermentasi,dan di tempatkan dalam wadah yang tertutup dengan di beri lubang udara.

Pada proses ini biji-biji kedelai akan menyatu dan membentuk padat sehingga terbentuk menjadi tempe. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu antara 20 °C–37 °C selama 24 jam.

Setelah terbentuk menjadi tempe maka sudah layak dan siap untuk di konsumsi dengan berbagai cara pengolahan sesuai selera dan kebutuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar